Ringkasan Pert 11

Sabtu, 19 Desember 2009

POLYMORPHISM
==============

Salah satu fitur penting dalam OOP.
Pada dasarnya ada 2 tipe polymorphism, yaitu:

-->Static atau trivial
-->Dynamic atau true


Akan saya bahas satu per satu tipe dari polymorphism ini...

Trivial Polymorphism :
merupakan, function overloading yang terbagi dalam 3 signature yaitu:
-Jenis Array
-Letak Array
-Type Array

juga termasuk dalam
-C style
-Function didefinisikan saat compiling
-Link body function + function header / prototype


True Ploymorphhism:
merupakan, function overriding.
menggunakan virtual method, yg terbagi dalam 2:


  • Squasi
contohnya:
class myclass{vitual void foo(){;}}
maksud dari ; adalah no statement...



  • Pure
contohnya:
class myclass{vitual void foo()=0}
saat seperti ini akan menjadikan sebuah kelas abstrak..
kelas abstrak adalah klas yg tidak bisa dibuat sebuah objek.....


Apa itu overloading dan overriding????
overloading:penggunaan kembali nama fungi yang sama tapi dgn argumen yang berbeda..
contohnya:
class Motor : public Kendaraan{
public : void jalan()
{cout << "Motor Jalan" << endl;}
void jalan(int j) // overloading!!!!!.......
{cout << "Motor berparameter jalan" << endl; }
};

overriding:sebuah fungsi dalam class turunan yang memiliki nama, return type argumen function yang sama dengan fungsi dalam class induk..
contohnya:
class Kendaraan{
public : virtual void jalan()
{ cout << "Jalan" << endl;}
};

class Mobil :public Kendaraan{
public :
void jalan()// overriding!!!!!.........
{cout << "Mobil Jalan" << endl; }
};

Codingan rekursif

#include < iostream.h >

class rekursif{
private:
int a;

public:
rekursif(){
a=0;
}

void setA(int a){
a=a;
};

int getA(){
return 0;
};

void cetak(int a);
void cetak2(int a);
void fibo(int a,int b,int n);
int fibo2(int a);
int paskal(int i,int j);
int fakt(int a);
void biner(int n);
};


void rekursif::cetak(int a)
{
if(a<1) return;
else
{
cout << a;
cetak(a-1);
}
}

void rekursif::cetak2(int a)
{
if(a<1) return;
else
{
cetak2(a-1);
cout << a;
}
}

void rekursif::fibo(int a,int b,int n)
{
if(n==0) return;
else
{
cout << b;
fibo(b,b+a,n-1);
}
}

int rekursif::fibo2(int a)
{
if(a==1 || a==2) return 1;
return fibo2(a-1)+fibo2(a-2);
}

int rekursif::paskal(int i,int j)
{
if(j==0 || j==i) return 1;
return paskal(i-1,j-1)+paskal(i-1,j);
}

int rekursif::fakt(int a)
{
if(a==0)return 0;
if(a==1)return 1;
return a * fakt(a-1);
}

void rekursif::biner(int n){
if(n<2) cout << n;
else
{
biner(n/2);
cout << n%2;
}
}

void main()
{
int i,j,x;
rekursif obj;

cout << "masukkan angka = ";
cin >> x;
cin.sync(); cin.clear();
obj.setA(x);
cout << endl << "cetak terbalik dari " << x << endl;
obj.cetak(x);
cout << endl << endl << "cetak urut sampai " << x << endl;
obj.cetak2(x);
cout << endl << endl << "deret fibonacci sebanyak " << x << endl;
obj.fibo(0,1,x);
cout << endl << endl << "fibonacci ke- " << x << endl;
cout << obj.fibo2(x);
cout << endl << endl << "segitiga paskal" << x << "baris" << endl;
for(i=0;i {
for(j=x-1;j>i;j--)
cout << " ";
for(j=0;j<=i;j++)
cout << obj.paskal(i,j);
cout << endl;
}
cout << endl << endl << "faktorial ke-" << x << endl;
cout << obj.fakt(x);
cout << endl << endl << "cetak faktorial sebanyak " << x << endl;
for(i=1;i<=x;i++)
{
cout << obj.fakt(i);
}
cout << endl << endl << "bilangan biner dari" << endl;
obj.biner(x);

cin.get();
cin.get();
}

Pert 9 dan Pert 10

Sabtu, 12 Desember 2009

INHERITANCE DAN INHERITANCE LANJUTAN
====================================

The goal --> Reusability & Extenability
Proses pembentukan satu kelas baru (derived class) dari kelas lainnya (based class) ..

derived class=class turunan
based class=class induk

Cara jalan constructur tetap berurut dimulai dari constractor based class baru constructor derived class dijalankan untuk destructor sebaliknya...

Syntax:
class nama_turunan : level_akses , nama_induk
{anggota_klas}

level_akses maksudnya public,protected,private...

contohnya:
class induk
{ protected: int a;};

class anak : public , induk
{protected: char nama[23];}

yang dapat di turunkan hanya public dan protected..
level_akses berpengaruh dalam mengubah jenis akses pada kelas turunan.....

Class Induk ----------- Jenis akses class turunan
---------------------- Public-------Protected------Private
Public-------------- Public-------Protected------Private
Protected--------- Protected----Protected------Private
Private------------- Private------Private---------Private

untuk membuat Hierarki class tanda panah (->) menunjuk ke based class...


Multiple Inheritance
``````````````````
Yang membedakan nya adalah class turunan mendapatkan pewarisan dari klas..
misal class anak mendapat pewarisan dari class ibu dan class ayah...

Syntax:
class nama_turunan : level_akses , nama_induk1, nama_induk2
{anggota_klas}

dalam hal ini tidak ada batasan banyak induk bisa sebanyak apapun yang diinginkan..
constuctor pun dijalankan berurutan dari induk1 kemudian induk2 baru turunannya sedangkan destructor sebaliknya....

Dalam melakukan multiple inheritance terkadang dapat menimbulkan "diamond problem"
Apa itu diamond problem?????
adalah saat class induk memiliki nama method yang sama, misalnya:

class induk1
{ protected:
int a;
public:
void tes(){ cout << "induk1"; }
};

class induk2
{ public:
void tes(){ cout << "induk2"; }
};

class anak:public induk,public induk2
{ };

void main()
{
anak obj;
obj.tes(); // --> akan eror disini
// eror karena class anak bingung mau mengambil tes yg mna??
// karena itu yang eror seharunya diganti anak.induk1::tes();
//maksudnya anak akan mengambil tes yg ada pd class induk1..

cin.get();}

Ringkasan Pertemuan 8

Senin, 30 November 2009

Array & Pointer of Class
==================


Array
Suatu array dengan elemen berupa objek juga di mungkinkan untuk dibuat, misal:
Buku daftar_buku[5];
Ini merupakan pernyataan untuk mendefinisikan array yang berisi 5 objek kelas buku.

Pointer
Apabila kita bermaksud mendefinisikan suatu pointer yang menunjuk ke suatu objek, kita dapat memberikan peryataan sebagai berikut:
Buku *fiksi;

Seperti biasa tanda * diberikan didepan nama variable pointer.
Jika selanjutnya pointer fiksi diinginkan untuk menunjuk ke suatu objek dinamis yg berkelas Buku, pernyataan yg di perlukan adalah
fiksi = new Buku();
Kegunaan dari new sama seperti malloc yang biasa dalam sturct...

Oleh karena contoh diatas adalan pengalokasian dinamis, pernyataan delete dipoerlukan untuk mendealokasikan memory.
delete(fiksi);

contoh fungsi yang melewatkan objek sebagai pointer:
• Void info_buku(Buku *b)
{
Cout<<“INFORMASI BUKU”<< endl << endl;
(*b).info();
}


ATAU

• Void info_buku(Buku *b)
{
Cout<<“INFORMASI BUKU”<< endl << endl;
b->info();
}


Dan cara pemanggilannya adalah:
Buku novel; // deklarasi class
Info_
buku (&novel); // Tanda & di letakan di depan objek

contoh fungsi yang melewatkan berdasarkan referensi:
• Void info_buku(Buku &b)
{
Cout <<“INFORMASI BUKU”<< endl << endl;

b.info();
}

Dan cara pemanggilannya adalah:
Buku novel; // deklarasi class
Info_buku(novel);




Codingan menggunakan CLASS

Sabtu, 07 November 2009

#include "iostream.h" // harusnya pakai kurung siku

class mobil{
public :
mobil() // construktor
{
a=10;
setNama("xx");
}

~mobil() // destruktor
{
a=0;
}
// setter --> untuk mengubah isi atribut dlm private
void setA(int a)
{
this->a = a; // this dipakai karena menggunakan variabel nama yg sama
}
// getter --> untuk menambahkan isi atribut dlm private
int getA()
{
return a;
}

void setNama(char nama[])
{
strcpy(this->nama,nama);
}
char * getNama()
{
return nama;
}
void putarStir(); // outline function --> buat loop
private :
int a;
char nama[30];

};

void mobil :: putarStir()
{
for(int i=0;i<10;i++);
}

void main()
{
mobil obj1; // pgl constraktor
mobil obj2(obj1); // membuat obj2 isa diakses ke dlm class dgn inisialisasi obj1

obj1.setA(100); // akses pgl setter
obj1.setNama("AAA");

cout << obj1.getA() << endl; // akses pgl getter
cout << obj1.getNama() << endl;

cout << obj2.getA() << endl;
cout << obj2.getNama() << endl;
cin.get();
}

Ringkasan Pert 5 dan Pert 6

Kamis, 29 Oktober 2009

ENCAPSULATION & ENCAPSULATION LANJUTAN
======================================


Tujuan dari suatu Encapsulation ---> Information Hiding

Information hiding adalah dimana membuat prog tanpa harus mengetahui apa yang trjadi supaya bisa tampil gambar/informasi yang harus diketahui...
Cukup mengetahui apa yang dilakukan oleh objek dan bukan isi dari objek itu..

Encapsulation juga dikatakan sebagai pengkapsulan (dlm sebuah class terdiri dari data dan fungsi)

Contoh:
===========
----Class----
===========
int waktu; // biasa disebut atribut atau data member
...............
...............
===========
void menu() // biasa disebut method atau member function
..................
..................
===========

Dalam sebuah class memiliki:
-constructor=method yang pasti dijalankan ketika objek di buat.
Gunanya sebagai inisialisasi.
Cara penggunaan nya cukup seperti memanggil suatu function tapi nama class na misal:
class dota{}
di dalam nya dimasukan constuctor seperti berikut:
dota(){
hp=400;
mp=300;
strcpy(nama,"ligtning god");
}

-destructor=method yg pasti dijalankan ketika objek di delete
Cara penggunaan nya cukup dengan menambahkan ~, misal:
~dota(){}

Class memiliki 3 akses, yaitu:
Public = bagian class yang dapat diakses oleh umum baik didalam maupun luar class.
Protected = bagian class yang dapat diakses oleh lingkungan interclass dan class turunan.
Private = bagian class yang hanya dapat diakses oleh lingkungan internal class itu sendiri.

Friend function
``````````````
friend function di definisikan di luar dari class’s scope namun memiliki hak akses ke semua members dari class tersebut.
deklarasi nya cukup menanmbahkan keyword friend

contoh:
friend void setX( Count &, int );

Operator Overloading
```````````````````
untuk mengoperasikan data pada object menjadi mudah
deklarasinya cukup menambahkan keyword operator

contoh:
void operator - (data &a,data &b)
{
a.angka= a.angka+b.angka;
}

contoh penggabungan friend function dan operator overloading
#include
class data
{ private : int angka;
public :
data(){
angka=10;
}

int getangka(){
return angka;
}

friend void tes(data &a);
friend void operator -(data &a,data &b);
};

void tes(data &a){ cout<< a.angka;}

void operator - (data &a,data &b)
{ a.angka= a.angka+b.angka;}

void main(){
data obj1,obj2;
obj1-obj2;
cout << obj1.getangka();
cin.get();}

Untuk menghitung penjumlahan suatu perbelanjaan dengan menggunakan STRUCT

Senin, 26 Oktober 2009

#include "iostream.h" // harusnya pake kurung siku...

int no,n,total2;

struct barang{
char kode[7];
int satuan;
int jumlah;
int total;
};
barang pendapatan[10];

void menu()
{

cout << endl << "Novita MiniMarket" << endl;
cout << "===================" << endl;
cout << "1. Penjualan" << endl;
cout << "2. Lihat Total Pendapatan" << endl;
cout << "3. Exit" << endl;
cout << "Silahkan pilih : ";
}

void bersih() // sebagai pengganti clrscr
{
for(int i=0;i<25;i++){
cout << endl;}
}

void penjualan()
{
do{
cout << "Masukan kode barang [R****]: ";
cin.getline(pendapatan[n].kode,7);
cin.clear();
cin.sync();
}while(strlen (pendapatan[n].kode) != 5 || (pendapatan[n].kode[0])!= 'R');
do{
cout << "Masukan Harga Barang satuan [max 1000] :";
cin >> pendapatan[n].satuan;
cin.clear();
cin.sync();
}while(pendapatan[n].satuan > 1000);
do{
cout << "Masukan Jumlah Barang [max 100] :";
cin >> pendapatan[n].jumlah;
cin.clear();
cin.sync();
}while(pendapatan[n].jumlah > 100);
pendapatan[n].total=pendapatan[n].satuan*pendapatan[n].jumlah;
}

void main()
{
int pilih,i;
no=0;
do{
menu();
cin >> pilih;
//pilih=cin.get();
cin.clear();
cin.sync();

bersih();
switch (pilih)
{
case 1 :
no++;
cout << endl;
cout << "No transaksi : " << no << endl << endl;
penjualan();
cout << endl;
cout << "Kode Barang \t Harga \t Jumlah \t Total" << endl;
cout << "``````````` \t ````` \t `````` \t `````" << endl;
cout << pendapatan[n].kode << "\t\t ";
cout << pendapatan[n].satuan << "\t\t ";
cout << pendapatan[n].jumlah << "\t\t ";
cout << pendapatan[n].total << endl;
cout << endl;
cout << "Total penjualan "<< no;
cout << "adalah " << pendapatan[n].total << endl;
cout << "Press Any Key To Continue..." << endl;
++n;
cin.get();
bersih();
break;

case 2 :
cout << "Kode Barang \t Harga \t Jumlah \t Total" << endl;
cout << "``````````` \t ````` \t `````` \t `````" << endl;
for (i=0; i < n; i++){
cout << pendapatan[i].kode << "\t\t ";
cout << pendapatan[i].satuan << "\t\t ";
cout << pendapatan[i].jumlah << "\t\t ";
cout << pendapatan[i].total << endl;
cout << endl;
total2+=pendapatan[i].total;
}
cout << "Total Pendapatan dari " << no << " transaksi penjualan hari ini adalah " << total2;
cin.get();
bersih();
break;
}
}while(pilih!=3);
}